SOCIAL MEDIA

Rabu, 01 April 2020

Rekomendasi Novel di Ipusnas

Bisa baca buku dengan gratis apalagi versi ebook sungguh sesuatu yang membahagiakan buat saya. Karena baca buku cetak, jujur lebih banyak halang rintangnya, yang akhirnya bikin sulit menyelesaikan membaca dalam waktu singkat. 

Alhamdulillah, sekarang ada aplikasi Ipusnas dari Perpustakaan Nasional yang sangat membantu tersedianya bahan bacaan. (Yuk, yang belum download aplikasinya bisa dicari di Playstore).

Sudah lumayan banyak buku yang saya pinjam dari Ipusnas, meskipun nggak semuanya saya baca sampai selesai :)

Beberapa novel berikut ini jadi rekomendasi buat yang lagi mencari bahan bacaan.

1)Jane Austen, Pride and Prejudice

Novel romantis terbaik. Reviewnya sudah saya draft di satu postingan blog tersendiri. Cerita tentang Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy yang awalnya saling tidak suka, eh, ternyata...

Meskipun awal-awal cerita lumayan lambat, tapi selanjutnya seru dan nagih. Lebih detail dan jelas dibandingkan filmnya, tapi nggak kalah keren.

Di Ipusnas ada beberapa versi dan ada english versionnya juga. Saya baca yang terjemahan dari penerbit Qanita.



2)Intan Savitri, Perempuan Suamiku

Buat yang kangen dengan karyanya mbak Izzatul Jannah, kumpulan cerpen ini bisa jadi obatnya. Oh, betul sekali, Intan Savitri adalah nama asli dari penulis Izzatul Jannah.

Di buku ini mbak Intan mengangkat kisah-kisah perempuan yang menurut saya jarang dibicarakan, tapi nyata adanya. Misalnya tentang poligami, istri yang juga butuh nafkah batin, dan lain-lain. Baca karya mbak Intan jadi makin kangen dengan novel-novelnya yang lain yang sayangnya tidak saya temukan di Ipusnas :(


3)Muthmainnah, Serial Pingkan 2: Seperti Daisy di Musim Semi

Serial pertamanya 'Sehangat Mentari Musim Semi' sudah dulu sekali saya baca, saat SMP atau SMA. Inti ceritanya tentang Pingkan, gadis asal Padang yang sekolah di Perth, Australia. Lika-liku hidupnya di Perth menjadi cerita yang seru. Mulai dari membiasakan hidup dengan budaya barat sampai akhirnya Pingkan hijrah dan bahkan bule-bule di sekitarnya pun masuk Islam. Bukunya ada Ipusnas juga dan rekomen untuk dipinjam.

Serial keduanya, Seperti Daisy di Musim Semi baru saya ketahui saat searching di Ipusnas. Lanjutan kehidupan Pingkan sebagai akhwat tangguh yang diandalkan banyak orang. Ada banyak konflik di buku kedua ini. Mulai dari sister Khalda, muslimah IMSA (komunitas yang Pingkan ikuti) terlihat 'jalan' bareng pria yang menurut kabar adalah suaminya, Reni sahabat Pingkan yang diet hingga masuk rumah sakit, juga sosok Rizal yang membawa nuansa romantis dalam novel. Sayangnya, di Ipusnas, novel ini berakhir menggantung. Padahal menurut saya diskusi Rizal dan Pingkan di akhir bab sangat menarik. Karena saya nggak punya hard copy novelnya, saya menduga, apakah versi yang di Ipusnas terpotong? Atau memang endingnya seperti itu? Mungkin yang ngikutin serial Pingkan, bisa share di kolom komentar :D



Muthmainnah atau May Moon atau nama pena dari mbak Maimon Herawati yang menulis serial Pingkan adalah penulis favorit yang gaya tulisannya sangat saya sukai. Dua novel beliau yang lain, Rahasia Dua Hati dan Journey of the Hearts adalah novel yang berkali-kali saya baca dan nggak pernah bosan!

4)Afifah Afra Amatullah, Jangan Panggil Aku Josephine

Kabarnya ini adalah novel yang terinspirasi dari kisah Lady Diana. Yes, ibunya Prince Harry, mertuanya Meghan Markle, neneknya Archie Harrison. Baca novel ini pertama kali, sepertinya saat SMP. Secara garis besar memang sedikit nyerempet kehidupan Lady Di, cuma tulisan mbak Afra ini versi perjuangan dakwah. 



5)Meg Cabot, Royal Wedding

Aaakkk novel remaja banget ini! Seneng, akhirnya menamatkan kisah Mia Thermopolis. Khasnya serial Princess Diaries dengan mudah panik, mikir macem-macem, tapi somehow jeniusnya Mia, jadi hiburan yang membuat mengenang masa SMA. Kalau yang ngikutin Princess Diaries dari awal, novel terakhirnya ini melegakan hati. Seperti judulnya, bakal ada Royal Wedding! Udah ketebak lah ya, sama siapa. Tapi, perjalanan sampai akhirnya Mia dan Michael (ups, spoiler) bersatu, sungguh so sweet dan tentu saja, kocak! 



Banyak lagi penulis-penulis yang karyanya ada di Ipusnas. Bersyukur bisa membaca novel-novel mereka secara gratis. Alhamdulillah. Sesenang nemu novel Eragon di perpustakaan zaman SMA dulu. Yes, Eragon-nya Christopher Paolini tersedia juga di Ipusnas. Begitu juga dengan Olenka-nya Budi Darma dan sederet karyanya John Green. 

So, mau baca yang mana? Feel glad kalau ada yang mau merekomendasikan bacaannya di kolom komentar 😁

Tampilan aplikasi Ipusnas di Playstore

Oh ya, sebagai pengguna Ipusnas, saat sinyal jelek akses ke aplikasi jadi susah. Lain waktu sinyal bagus, tapi aplikasi down tanpa sebab. Semoga selalu ada perbaikan dari developer aplikasinya, sehingga aktivitas membaca  menjadi lebih nyaman.

Selamat membaca!

4 komentar :

  1. Sebenernya aku lebih suka buku fisik... Karena kalo baca ebook suka nggak betah dan sering kedistract sama notif2 yang masuk..�� Tapi pas kemaren ke rumah kakak dan pas nggak bawa buku, jadi iseng download ipusnas, dan aku berasa kek punya perpustakaan pribadi dalam genggaman.. ������ aku baru pinjam 2 buku sejauh ini. Rekomendasiku seri buku Tempo, Tan Malaka. Lagi baca itu soalnya..������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... makasih rekomendasinya mba :)
      Masing2 ada plus minusnya ya. Aku juga kadang masih seneng baca buku fisik. Tp, ebook masih unggul krn bisa baca kapan aja. :D

      Hapus
  2. Wah belum ada yang kubaca nih, noted.
    Aku baru tau bukunya mbak afifah afra yang itu ada di ipusnas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak buku mba Afra di Ipusnas :D

      Hapus